Sabtu, 23 Agustus 2014

Cara Install XAMPP (Localhost Server) bagi Pemula

Untuk membuat website, biasanya kita tidak langsung menguploadnya ke internet. Ini untuk proses melihat apakah website yang kita buat benar atau tidak. Maka dari itu diperlukan software untuk merubah PC menjadi server lokal (localhost server). Salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan adalah XAMPP. Aplikasi ini dibuat oleh Apache Friends dan installer-nya bisa langsung diunduh dari situs mereka. XAMPP berisikan beberapa paket seperti:
  • Apache
  • MySQL
  • PHP
  • phpMyAdmin
  • FileZilla FTP Server
  • Tomcat
  • Strawberry Perl Portable
Cara Instal XAMPP di Windows

  1. Download aplikasi XAMPP, klik disini.
  2. Jalankan file yang baru anda download, selanjutnya akan muncul jendela “installer language” seperti di bawah ini:                                         instal xampp, xampp localhost
  3. Selanjutnya pilih bahasa terserah anda, lalu Klik OK.
  4. Kadang pada proses ini muncul pesan error. Jika ada biasanya karena setting sekuritas UAC pada windows, abaikan saja tidak apa-apa dan lanjutkan dengan klik OK. Error yang ke 2 bisa terjadi karena plugin Microsoft Visual C++ tidak ada di komputer, tekan YES membuat anda ke website Microsoft untuk mendownload pluginnya.2-instal-xampp3-instal-xamp
  5. Berikutnya akan muncul jendela yang isinya meminta anda menutup semua aplikasi yang sedang berjalan. Jika semua aplikasi sudah ditutup, maka klik tombol Next.4-instal-xampp
  6. Selanjutnya Anda akan diminta untuk memilih komponen aplikasi yang mau diinstal. Wajib centang XAMPP karena kebutuhan minimal dasar dari aplikasi. Centang Server jika mau membuat aplikasi XAMMP berjalan terus dibackground dan membuat PC anda seperti server pada saat dijalankan. Centang Program Language untuk menambah pilihan bahasa pemrograman apa yang didukung. Centang Tools untuk menambah fungsi tambahan. Jika sudah memilih klik tombol Next.5-instal-xampp
  7. Kemudian anda akan diminta untuk menentukan lokasi folder penyimpanan XAMPP. Secara default akan diarahkan ke lokasi c:\xampp. Namun jika Anda ingin menyimpannya di folder lain bisa klik browse dan tentukan secara manual folder yang ingin digunakan. Jika sudah selesai, lanjutkan dan klik tombol Install.6-instal-xampp
  8. Tunggu beberapa menit hingga proses intalasi selesai. Jika sudah muncul jendela seperti di bawah ini, klik tombol Finish untuk menyelesaikannya7-instal-xampp
  9. Berikutnya, akan muncul jendela dialog seperti gambar di bawah ini yang menanyakan apakah mau langsung menjalankan aplikasi XAMPP atau tidak. Jika ya, maka klik YES.8-instal-xampp
Cara Menjalankan Aplikasi XAMPP

  1. Bukalah aplikasi XAMPP, bisa melalui Start Menu atau Desktop, dan klik icon XAMPP. Atau jika Anda membukanya begitu proses instalasi selesai maka klik Yes seperti yang terlihat pada gambar di atas.
  2. Setelah terbuka, silahkan klik tombol Start pada kolom Action sehingga tombol tersebut berubah menjadi Stop. Dengan mengklik tombol tersebut, artinya itulah servis aplikasi yang dijalankan. Biasanya jika saya menggunakan XAMPP, yang saya start hanyalah aplikasi Apache dan MySQL, karena saya tidak butuh aplikasi Filezilla, dan lainnya.9-instal-xampp10-instal-xampp
  3. Sekarang bukalah browser anda, dan coba ketikkan http://localhost/xampp di address bar. Jika muncul tampilan seperti gambar di bawah ini, instalasi telah berhasil.11-instal-xampp
Untuk Videonya


Pengertian UML (Unified Modeling Language)

Pengertian
Menurut Eko Didik Widianto (2012) adalah notasi atau diagram terstandar industri untuk menspesiļ¬kasikan, memvisualisasi dan mendokumentasikan model sistem yang tujuannya menyederhanakan proses desain software yang kompleks.

Unified Modeling Language (UML) adalah notasi yang lengkap untuk membuat visualisasi model suatu sistem. Sistem berisi informasi dan fungsi, tetapi secara normal digunakan untuk memodelkan sistem komputer. Didalam pemodelan obyek guna menyajikan sistem yang berorientasi pada objek pada orang lain, akan sangat sulit dilakukan jika pemodelan tersebut dilakukan dalam bentuk kode bahasa pemrograman. Kesulitan yang muncul adalah timbulnya ketidak jelasan dan salah interpretasi di dalam pembacaan kode pemrograman untuk pemodelan objek tersebut.

Sejarah
Dimulai tahun 1994, Booch, Runbaugh dan Jacobson merupakan tiga tokoh yang metodelogi-nya paling banyak dipakai mempelopori organisasi yang bertujuan menyatukan metodelogi-metodelogi berorientasi objek, organisasi tersebut dinamakan OMG (Object Modelling Group). Pada tahun 1995 OMG merealisasi draf pertama dari UML (versi 0.8) dan pada tahun 1997 UML versi 1.1 muncul dan sekarang versi terbaru dari UML adalah versi 2.0. Pada tahun 1997 Booch, Runbaugh dan Jacobson menyusun tiga buku tentang UML. Sejak saat itulah UML telah menjelma menjadi standar bahasa pemodelan untuk aplikasi berorientasi objek.
Tujuan
Alasan mengapa menggunakan UML:
  1. Menyediakan cara untuk mempertukarkan ide lewat himpunan diagram yang terstandar.
  2. Menyediakan cara standar untuk mendokumentasikan ide / pikiran untuk ditindaklanjuti.
  3. Tidak tergantung pada bahasa pemrograman atau teknologi tertentu. Dirancang untuk software berorientasi objek
Jenis UML
UML menyediakan 10 macam diagram untuk memodelkan aplikasi berorientasi objek, yaitu:
  1. Use case diagram, untuk memodelkan proses bisnis.
  2. Conceptual diagram, untuk memodelkan konsep-konsep yang ada di dalam aplikasi.
  3. Sequence diagram, untuk memodelkan pengiriman pesan (message) antar objek.
  4. Collaboration diagram, untuk memodelkan interaksi antar objek.
  5. State diagram, untuk memodelkan perilaku objek di dalam sistem.
  6. Activity diagram, untuk memodelkan perilaku use case dan objek di dalam sistem.
  7. Class diagram, untuk memodelkan struktur kelas.
  8. Object diagram, untuk memodelkan struktur objek.
  9. Component diagram, untuk memodelkan komponen objek.
  10. Deployment diagram, untuk memodelkan distribusi aplikasi.
Daftar Pustaka

Sistem Informasi Manajemen Acara pada Banquet Department di Hotel XYZ

Banquet Department pada hotel memiliki kegiatan penyediaan tempat dan persiapan untuk sebuah acara yang dipesan tamu. Permasalahan yang ada adalah tidak ada informasi kebutuhan tenaga kerja maupun barang pada acara sebelumnya yang membantu dalam membuat schedule dan menghitung kebutuhan barang pada acara berikutnya. Informasi penanggung jawab acara baik yang lalu maupun sekarang tidak ada jika dibutuhkan.

Kegunaan dari rancangan ini adalah :

  • Memudahkan penyampaian informasi penanggung jawab baik yang lalu maupun sekarang.
  • Memudahkan penyampaian informasi kebutuhan tenaga kerja maupun barang pada acara sebelumnya yang mempermudah supervisor dalam membuat schedule dan menghitung kebutuhan barang pada acara berikutnya.


1. Diagram Konteks



2. Diagram Level 0



3. Diagram Rinci
a. Diagram Level 1 Proses 1


b. Diagram Level 1 Proses 2


c. Diagram Level 1 Proses 3


d. Diagram Level 2 Proses 2.1


4. Use Case



5.1. Model ER-D




5.2. Transformasi ER-D ke Relasi



5.3. Relasi



5.4. Normalisasi






Pengertian DFD (Data Flow Diagram) & Kamus Data (Data Dictionary)

1. Data Flow Diagram (DFD)
1.1 Pengertian DFD
Menurut Andi Kristanto (2003 : 55) adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan darimana asal data dan kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut.

Menurut Tata Sutabri (2004 : 163) adalah suatu network yang menggambarkan suatu sistem komputerisasi, manualisasi atau gabungan dari keduanya, yang penggambarannya disusun dalam bentuk kumpulan komponen sistem yang saling berhubungan sesuai dengan aturan mainnya.

Di bawah ini adalah komponen Data Flow Diagram (DFD) atau Diagram Arus Data (DAD) yang dipopulerkan oleh Demarco & Yourdan dalam buku Hanif Al Fatta (2007 : 107) adalah sebagai berikut :
                             
Gambar Komponen Data Flow Diagram

Keterangan mengenai fungsi dari komponen Data Flow Diagram (DFD) di atas adalah sebagai berikut :
  1. Terminator / Entitas Luar (External Entity) / Batas Sistem (Boundary) adalah entitas di luar sistem yang berkomunikasi atau berhubungan langsung dengan sistem. Entitas ini dapat berupa orang, sekelompok orang, organisasi, perusahaan, departemen atau sistem lainnya yang berada di luar lingkungan luar sistem yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem.
  2. Proses menggambarkan kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang atau komputer dari suatu arus data yang masuk ke dalam proses (input) untuk menghasilkan arus data yang keluar dari proses (output). Secara fisik proses dapat dilakukan oleh orang, mesin atau komputer sedangkan untuk logikalnya suatu proses hanya menunjukan proses dari komputer.
  3. Data Store / Simpanan Data digunakan untuk membuat model sekumpulan paket data. Simpanan data dapat berupa file, atau database yang tersimpan dalam disket, harddisk, atau bersifat manual seperti arsip/catatan manual, agenda/buku, kotak tempat data/file folder.
  4. Alur Data digunakan untuk menerangkan perpindahan data/paket data yang terjadi diantara proses, simpanan data dan terminator. Alur data dapat berupa kata, pesan, formulir/dokumen, laporan, informasi, surat/memo.
1.2 Tingkatan DFD
Data Flow Diagram (DFD) dapat dikembangkan menjadi beberapa tingkatan atau level seperti :
  1. Diagram Konteks merupakan diagram yang paling atas yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup sistem atau menggambarkan sistem secara global.
  2. Diagram Zero adalah diagram tingkat menengah yang terletak antara diagram konteks dan diagram detail, yang menggambarkan proses utama dari DFD.
  3. Diagram Detail merupakan diagram paling bawah yang menguraikan proses yang ada pada diagram zero dimana uraian ini dapat diuraikan sampai pada beberapa level, seperti :
    a. Diagram Level-1, gambaran rinci tiap–tiap proses pada diagram zero.
    b. Diagram Level-2, gambaran rinci tiap-tiap proses pada diagram level satu.
    c. Diagram Level -n, gambaran sampai semua proses yang menjadi proses primitif (P) yaitu suatu yang tidak dapat di pecahkan lagi.
2. Kamus Data (Data Dictionary)
Menurut Iskandar Husni Pohan dan Saiful Kusnassariyanto Bahri (2003 : 21) adalah membantu pelaku sistem untuk mengerti aplikasi secara detil, dan mereorganisasi semua elemen data yang digunakan dalam sistem secara presisi sehingga pemakai dan penganalisa sistem punya dasar pengertian yang sama tentang masukan, keluaran, penyimpanan dan proses.

Menurut Al-Bahra bin Ladjamudin (2005 : 70) adalah katalog fakta tentang fakta dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Dalam tahap perancangan sistem, kamus data digunakan untuk merancang input, laporan serta databasenya.

Kamus data memuat hal-hal sebagai berikut :
  1. Arus Data  menunjukkan dari mana data mengalir dan kemana data akan menuju. Keterangan ini perlu dicatat di kamus data untuk memudahkan mencari arus data di dalam DFD.
  2. Nama Arus Data, karena kamus data dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di DFD, maka nama dari arus data juga harus dicatat di kamus data, sehingga mereka yang membaca DFD yang memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang suatu arus data tertentu pada DFD dapat langsung mencarinya dengan mudah di kamus data.
  3. Tipe Data, bentuk data yang mengalir dapat berupa dokumen dasar atau formulir, dokumen hasil cetakan komputer, laporan tercetak, tampilan layar di monitor, variabel, parameter dan field-field. Bentuk data seperti ini perlu dicatat di kamus data.
  4. Struktur Data menunjukkan arus data yang dicatat pada kamus data yang terdiri dari item-item atau elemen-elemen data.
  5. Alias Alias atau nama lain dari data juga harus dituliskan. Alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang atau departemen lainnya.
  6. Volume adalah volume rata-rata dan volume puncak dari arus data. Volume rata-rata menunjukkan banyaknya arus data yang mengalir dalam satu periode tertentu sementara volume puncak menunjukkan volume yang terbanyak.
  7. Periode menunjukkan kapan terjadinya arus data.
  8. Struktur Data menunjukkan arus data terdiri atas bermacam-macam item data.
  9. Penjelasan untuk memperjelas makna dari arus data yang dicatat di kamus data, maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan tentang arus data tersebut.
2.1 Notasi Tipe Data
Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi format input maupun output suatu data. Notasi yang umum digunakan antara lain, adalah :

Notasi
Keterangan
X
setiap karakter
9
angka numeric
A
karakter alphabet
Z
angka nol ditampilkan sebagai spasi kosong
.
titik sebagai pemisah ribuan
,
koma sebagai pemisah pecahan
~
Hypen sebagai tanda penghubung
/
Slash, sebagai tanda pembagi
Tabel Notasi Tipe Data

2.2 Notasi Struktur Data
Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi elemen data dimana notasi yang umum digunakan adalah sebagai berikut :

Notasi
Keterangan
=
terdiri dari, terbentuk dari, sama dengan
+
Dan
( )
pilihan (boleh ya atau tidak)
{ }
iterasi / pengulangan proses, misal 1 { ... } 10
[ ]
pilih salah satu pilihan dari beberapa alternatif
|
pemisah pilihan di dalam tanda [ ]
*
keterangan, komentar atau catatan
@
petunjuk suatu data store (key field)
Alias
nama lain untuk suatu data
Tabel Notasi Struktur Data

Daftar Pustaka
  • Al Fatta, Hanif, Analisis & Perancangan Sistem Informasi Untuk Keunggulan Bersaing & Organisasi Modern, Yogyakarta : Penerbit Andi, 2007.
  • Kristianto, Andi, Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya, Yogyakarta : Gaya Media, 2003.
  • Ladjamudin, Al-Bahra, Analisis dan Desain Sistem Informasi, Yogyakarta : Graha Ilmu, 2005.
  • Pohan, Iskandar Husni dan Kusnassriyanto Saiful Bahri, Pengantar Perancangan Sistem, Jakarta : PT Gelora Aksara Pratama, 2003.
  • Sutabri, Tata, Analisis Sistem Informasi, Edisi 1, Yogyakarta : Andi Offset, 2004.