Sabtu, 23 Agustus 2014

Pengertian UML (Unified Modeling Language)

Pengertian
Menurut Eko Didik Widianto (2012) adalah notasi atau diagram terstandar industri untuk menspesiļ¬kasikan, memvisualisasi dan mendokumentasikan model sistem yang tujuannya menyederhanakan proses desain software yang kompleks.

Unified Modeling Language (UML) adalah notasi yang lengkap untuk membuat visualisasi model suatu sistem. Sistem berisi informasi dan fungsi, tetapi secara normal digunakan untuk memodelkan sistem komputer. Didalam pemodelan obyek guna menyajikan sistem yang berorientasi pada objek pada orang lain, akan sangat sulit dilakukan jika pemodelan tersebut dilakukan dalam bentuk kode bahasa pemrograman. Kesulitan yang muncul adalah timbulnya ketidak jelasan dan salah interpretasi di dalam pembacaan kode pemrograman untuk pemodelan objek tersebut.

Sejarah
Dimulai tahun 1994, Booch, Runbaugh dan Jacobson merupakan tiga tokoh yang metodelogi-nya paling banyak dipakai mempelopori organisasi yang bertujuan menyatukan metodelogi-metodelogi berorientasi objek, organisasi tersebut dinamakan OMG (Object Modelling Group). Pada tahun 1995 OMG merealisasi draf pertama dari UML (versi 0.8) dan pada tahun 1997 UML versi 1.1 muncul dan sekarang versi terbaru dari UML adalah versi 2.0. Pada tahun 1997 Booch, Runbaugh dan Jacobson menyusun tiga buku tentang UML. Sejak saat itulah UML telah menjelma menjadi standar bahasa pemodelan untuk aplikasi berorientasi objek.
Tujuan
Alasan mengapa menggunakan UML:
  1. Menyediakan cara untuk mempertukarkan ide lewat himpunan diagram yang terstandar.
  2. Menyediakan cara standar untuk mendokumentasikan ide / pikiran untuk ditindaklanjuti.
  3. Tidak tergantung pada bahasa pemrograman atau teknologi tertentu. Dirancang untuk software berorientasi objek
Jenis UML
UML menyediakan 10 macam diagram untuk memodelkan aplikasi berorientasi objek, yaitu:
  1. Use case diagram, untuk memodelkan proses bisnis.
  2. Conceptual diagram, untuk memodelkan konsep-konsep yang ada di dalam aplikasi.
  3. Sequence diagram, untuk memodelkan pengiriman pesan (message) antar objek.
  4. Collaboration diagram, untuk memodelkan interaksi antar objek.
  5. State diagram, untuk memodelkan perilaku objek di dalam sistem.
  6. Activity diagram, untuk memodelkan perilaku use case dan objek di dalam sistem.
  7. Class diagram, untuk memodelkan struktur kelas.
  8. Object diagram, untuk memodelkan struktur objek.
  9. Component diagram, untuk memodelkan komponen objek.
  10. Deployment diagram, untuk memodelkan distribusi aplikasi.
Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar